Dalam upaya menghadapi tantangan lingkungan, terutama masalah sampah plastik yang kian memprihatinkan, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Gorontalo melakukan berbagai inovasi strategis. Melalui langkah-langkah terobosan dan kolaborasi aktif dengan masyarakat serta pemangku kepentingan lokal, DLH Gorontalo berupaya menciptakan solusi nyata agar Gorontalo menjadi contoh daerah yang sukses mengurangi sampah plastik. Untuk informasi lebih lanjut mengenai program dan kebijakan, kunjungi situs resmi https://dlhgorontalo.id/.
Kondisi Sampah Plastik di Gorontalo dan Tantangan Utama
Provinsi Gorontalo menghadapi jumlah sampah harian yang tinggi, mencapai hampir 4.000 ton per hari. Dari angka tersebut, sebagian besar berasal dari sampah rumah tangga dan plastik sekali pakai. Masalah nyata lainnya adalah bahwa fasilitas pengolahan sampah saat ini sebagian belum mampu menampung secara optimal peningkatan volume tersebut.
Selain itu, masih ditemui perilaku masyarakat yang kurang memilah sampah serta kecenderungan pembuangan sampah sembarangan, termasuk di sepanjang jalan lingkar kota (GORR) yang beberapa kali menjadi sorotan publik. Dengan latar belakang tersebut, DLH Gorontalo menetapkan fokus pada inovasi pengurangan plastik dari hulu (sumber) hingga hilir (pengolahan dan edukasi).
Inovasi dan Strategi Pengurangan Plastik oleh DLH Gorontalo
1. Fasilitasi dan Pengembangan TPS 3R di Tingkat Lingkungan
Salah satu inovasi nyata DLH Gorontalo adalah dorongan pemanfaatan TPS 3R (Reduce, Reuse, Recycle) di tingkat kelurahan atau lingkungan sekitar. DLH mendorong warga agar aktif menggunakan fasilitas ini sebagai wadah memilah dan mendaur ulang sampah plastik agar tidak langsung dibuang ke TPA. Dengan adanya TPS 3R, beban pada TPA dapat dikurangi secara signifikan.
2. Kampanye dan Edukasi Pengurangan Plastik Sekali Pakai
DLH Provinsi Gorontalo juga gencar melaksanakan kampanye pengurangan plastik sekali pakai, termasuk sosialisasi di sekolah, komunitas, dan acara publik. Masyarakat diajak untuk membawa tas belanja sendiri, menghindari sedotan plastik, dan memilih produk dengan kemasan ramah lingkungan. Inisiatif ini juga melibatkan media komunikasi digital untuk menjangkau khalayak lebih luas.
3. Program Bank Sampah dan Pemberdayaan Komunitas
Sebagai bagian dari strategi inovatif, DLH mendorong pembentukan bank sampah di berbagai desa dan kelurahan. Bank sampah ini menjadi unit pengumpulan dan pemrosesan sampah, termasuk plastik, yang kemudian memiliki nilai ekonomi bagi warga. Selain itu, DLH juga bekerja sama dengan kelompok usaha lokal untuk mengubah sampah plastik menjadi produk kreatif bernilai, seperti kelompok yang mengolah limbah plastik menjadi kerajinan dan produk siap pakai.
4. Peningkatan Kapasitas dan Teknologi Pengolahan
DLH Provinsi Gorontalo tidak hanya fokus pada aspek edukasi dan regulasi, tetapi juga pada pengembangan teknologi pengolahan. Mereka terus mencari lokasi baru untuk memperluas fasilitas pengolahan sampah (TPA atau TPST) agar mampu menampung dan mengolah sampah lebih efektif.
DLH juga menjanjikan pengawalan dan pengangkutan sampah yang berserakan, seperti di kawasan Gorontalo Outer Ring Road (GORR). Mereka berkomitmen untuk segera mengangkut sampah yang berserakan tersebut sebagai bagian dari upaya menjaga kebersihan dan mengurangi dampak plastik di ruang publik.
Peran Masyarakat dan Sinergi Antar Pemangku Kepentingan
Keberhasilan inovasi DLH Gorontalo sangat bergantung pada partisipasi aktif masyarakat, kelompok komunitas, sektor bisnis, serta instansi pemerintahan di kabupaten/kota. Edukasi dan kesadaran masyarakat menjadi faktor kunci agar program TPS 3R, bank sampah, serta kampanye pengurangan plastik dapat berjalan efektif.
Kolaborasi antar pemerintah daerah, swasta, lembaga pendidikan, dan media menjadi penting untuk memperluas dampak dan menjaga kesinambungan program. Sanksi atau regulasi pengendalian plastik sekali pakai juga perlu diperkuat sebagai penguat dari tindakan edukatif.
Tantangan dan Rekomendasi Ke Depan
Meskipun DLH Gorontalo telah menunjukkan langkah inovatif, terdapat beberapa tantangan yang perlu diperhatikan:
-
Keterbatasan fasilitas dan kapasitas pengolahan — perluasan dan modernisasi TPST/TPA diperlukan agar tidak kalah dengan laju sampah yang meningkat.
-
Pendanaan dan sumber daya manusia — pengelolaan TPS 3R, bank sampah, dan operasional pengangkutan butuh dukungan anggaran dan SDM terlatih.
-
Kepatuhan dan perilaku masyarakat — diperlukan upaya berkelanjutan agar masyarakat mau mengubah pola konsumsi plastiknya.
-
Koordinasi lintas wilayah — karena sampah plastik sering berpindah, koordinasi antar kabupaten/kota dalam provinsi penting agar solusi tidak terfragmentasi.
Ke depan, DLH Provinsi Gorontalo dapat mempertimbangkan untuk memperkenalkan teknologi daur ulang plastik skala menengah (seperti pirolisis atau plastik-to-fuel) serta insentif bagi produsen lokal yang menggunakan kemasan ramah lingkungan. Investasi riset lokal dan pilot project akan memperkuat daya inovasi daerah.
Untuk melihat program-program terkini atau mendukung langkah DLH Gorontalo, silakan akses media resmi mereka di https://dlhgorontalo.id/.